Who Cares?

Saat saya berjalan-jalan dengan teman saya sambil mengendarai sepeda motor, saya seringkali berpapasan dengan anak-anak jalanan yang mengamen ataupun meminta-minta di perempatan lampu lalulintas. Menurut informasi yang saya dapat dari teman saya, anak-anak itu ternyata sudah diatur sedemikian rupa oleh orang tua mereka sendiri agar mencari nafkah dengan cara yang demikian. Hal ini membuat saya tidak bersimpati dengan orang tua mereka karena membiarkan anak-anak mereka bekerja di daerah yang padat kendaraan bermotor.

Namun, ada satu hal yang membuat saya prihatin dan tersentuh, yaitu saat saya melihat seorang kakek yang sudah uzur, meminta-minta di perempatan lampu lalulintas. Kakek tersebut memakai kemeja putih yang sudah lusuh, celana pendek hitam yang digunting sampai atas lutut, serta sendal jepit, serta kaca mata tebal yang membuat matanya kelihatan lebih besar dari aslinya. Saya bertanya-tanya dalam hati, mengapa kakek itu mengemis? Apakah tidak ada sanak keluarga yang dapat mengurusi kebutuhan sang kakek? Dimana istri, anak, serta cucunya? Mengapa mereka membiarkan si kakek mengemis seperti itu? Inilah yang menjadi keprihatinan saya, melihat orang tua yang sudah uzur meminta-minta di pinggir jalan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s