Spiritualitas Alam by: Icha Limpeleh

Pendahuluan

Setiap kali saya berlibur ke daerah yang alamnya kebanyakan belum terjamah tangan manusia, saya merasa sangat tertarik dan kagum akan keindahan alamnya. Saya ingat dahulu, saat pergi berlibur di sebuah desa yang terletak di atas gunung di daerah Minahasa, saya melihat betapa indahnya pemandangan alam di sana. Saat melihat ke sebelah barat, terdapat lautan biru yang luas dan begitu tenang dengan pecahan ombak di tepi pantainya, dan di sebelah timur terdapat dataran hijau berbukit-bukit dihiasi desa-desa kecil dan jalan-jalan yang menghubungkannya. Betapa agungnya karya Tuhan sehingga tidak ada seorangpun manusia yang mampu menciptakan keindahan seperti itu. Continue reading

Mengapa aku harus percaya padanya?

Saat aku menyayangi seseorang, aku ‘benar-benar’ tulus menyayangi dia.

Aku mengakui bahwa di balik kata ‘benar-benar’ tulus, tersimpan makna posesif yang tentu saja merupakan sesuatu yang negatif:

Aku sayang, namun aku ingin memiliki dia…

Oh Tuhan, mengapa???

(“Mungkin karena kamu begitu egois…”)

Continue reading